MATAMUDA 2026 : Kakan Kemenag Buka Wawasan Siswa MAN IC Sambas, Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Bedah Ekoteologi bagi 96 Murid Baru

Sambas (HUMAS MANICSA) — Mengawali kalender akademik tahun pelajaran 2026/2027, MAN Insan Cendekia (IC) Sambas resmi menyelenggarakan kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi seluruh peserta didik baru. Agenda orientasi yang dipusatkan di Aula MAN IC Sambas pada Senin, 13 Juli 2026 ini diikuti dengan penuh antusias oleh sebanyak 96 siswa baru yang telah dinyatakan lolos seleksi.

Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, H. Kaharudin, S.Ag., sebagai narasumber utama membawa angin segar bagi penguatan mental dan spiritual para pelajar unggulan di madrasah ini. Dalam sesi tersebut, beliau mengupas tuntas dua tema yang sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini, yakni pentingnya penguatan moderasi beragama serta bagaimana mengimplementasikan konsep ekoteologi di lingkungan sekolah sehari-hari.

Saat membuka pemaparannya, H. Kaharudin mengajak para siswa untuk menyelami makna mendalam di balik istilah moderasi beragama. Beliau menjelaskan bahwa konsep ini sejatinya diadopsi dari bahasa Latin moderâtio yang berarti kesedangan, serta istilah wasathiyah dalam bahasa Arab yang menggambarkan sikap adil, seimbang, dan selalu berada di tengah-tengah dalam mengambil keputusan atau bersikap.

Di tengah heterogenitas yang tinggi tersebut, cara pandang yang moderat hadir sebagai prasyarat mutlak yang berfungsi seperti “rem” penyeimbang. Sikap inilah yang nantinya akan membentengi para siswa dari bahaya radikalisme, fanatisme buta, maupun pemahaman keagamaan yang cenderung ekstrem dan kaku.

Sebagai leading sector koordinasi penguatan moderasi beragama berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2023, Kemenag berkomitmen membentuk tiga karakter utama pada diri murid:

  • Kebijaksanaan yang berbasis pada keluasan ilmu pengetahuan.
  • Ketulusan dalam mengendalikan emosi dan ego personal.
  • Keberanian dalam mengakui serta menegakkan kebenaran.

Tidak hanya menyoroti hubungan harmonis antarmanusia, materi orientasi ini juga mengintegrasikan konsep ekoteologi. Konsep ini mengajak para siswa untuk memandang alam semesta sebagai amanah besar dari Allah SWT yang wajib dijaga kelestariannya.

*Ekoteologi: Menjaga Kelestarian Alam Sebagai Amanah Tuhan