MATAMUDA 2026 : Polres Sambas Beri Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Anti-Perundungan

Sambas (HUMAS MANICSA) — Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) tahun pelajaran 2026/2027, MAN Insan Cendekia (IC) Sambas menggandeng Kepolisian Resor (Polres) Sambas untuk membekali para peserta didik baru. Kegiatan yang dipusatkan di Aula MAN IC Sambas pada Selasa, 14 Juli 2026 tersebut fokus pada penanaman wawasan kebangsaan, nilai toleransi, serta pencegahan kenakalan remaja dan aksi perundungan (bullying) di lingkungan madrasah.

Dalam pemaparannya, perwakilan dari Polres Sambas menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Para siswa baru diajak untuk mendalami kembali pilar-pilar kebangsaan dan mengimplementasikan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan asrama madrasah yang mempertemukan murid dari berbagai latar belakang daerah.

Sikap saling menghargai perbedaan pandangan dan budaya dinilai sebagai benteng utama untuk menangkal masuknya paham ekstrem radikalisme di kalangan generasi muda bangsa.

Selain materi kebangsaan, tim Polres Sambas juga memberikan edukasi hukum yang menyasar pada pencegahan kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif media sosial seperti siber-perundungan (cyberbullying).

Secara khusus, pihak kepolisian menggarisbawahi beberapa poin penting terkait tata tertib sosial di madrasah:

  • Stop Bullying: Penjelasan mengenai dampak psikologis dan sanksi hukum bagi pelaku perundungan fisik, verbal, maupun digital di lingkungan sekolah.
  • Bijak Bermedia Sosial: Ajakan untuk menyaring informasi sebelum membagikannya guna menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
  • Kepatuhan Hukum: Membentuk kesadaran diri murid untuk selalu menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama selama menuntut ilmu.

Melalui pembekalan materi dari Polres Sambas pada hari kedua MATAMUDA MAN IC Sambas ini, diharapkan kesadaran emosional dan hukum para murid baru dapat tumbuh matang. Langkah preventif ini menjadi fondasi kuat untuk melahirkan kader pemimpin masa depan yang disiplin, berintegritas, serta mampu mengaktualisasikan diri secara positif di tengah masyarakat.